Jumat, 25 November 2011

Pelapisan Sosial Didalam Masyarakat

Pelapisan Sosial Didalam Masyarakat

          Didalam kehidupan sehari-hari, tidak semua orang atau masyarakat hidup tentram, tenang, dan senang. Beberapa orang memiliki tingkat “harta” atau kesejahteraan yang bisa dibilang sangat rendah, alhasil bertempat tinggal dijalanan. Dalam hal ini, terjadilah sebuah perbedaan-perbedaan atau perbandingan-perbandingan antar masyarakat luas, atau disebut Pelapisan Sosial.

          Didalam Pelapisan Sosial terdapat beberapa tingkatan-tingkatan, diantaranya:

1. Ukuran kekayaan
          Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, yang tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.

2. Ukuran kekuasaan dan wewenang
          Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

3. Ukuran kehormatan
          Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.

4. Ukuran ilmu pengetahuan
          Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.


          Jadi dapat disimpulkan bahwa setiap orang atau anggota masyarakat memiliki tingkatan-tingkatan sosial, mulai dari kekayaan, kekuasaan, kehormatan, ataupun pendidikan/pengetahuan. Tetapi sebagai umat beragama kita tidak boleh terlalu memaksakan pelapisan sosial tersebut, karena akan berdampak pada sifat atau perlakuan kita terhadap yang lebih rendah atau lebih sederhana dari kita.

Kunjungi:
www.gunadarma.ac.id

Sumber:
id.wikipedia.org. Wikipedia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar