Jumat, 25 November 2011

Masyarakat Pedesaan & Perkotaan

Masyarakat Pedesaan & Perkotaan

          Masyarakat pedesaan itu lebih bisa bersosialisasi dengan orang orang di sekitarnya. Lihat saja, kalau kita pergi ke suatu kampung, dan kita tanya sama seseorang siapa nama tetangganya, pasti dia hafal. Kalau di kota, kurang dapat bersosialisasi karena masing masing sudah sibuk dengan kepentingannya sendiri-sendiri.

          Untuk kepribadian, orang desa lebih terkesan santai karena kerjanya tidak terlalu berat seperti orang kota. Orang kota kebanyakan sedikit stress karena banyaknya target / pencapaian yang harus dicapai dalam jangka waktu tertentu. Keduanya memangagak sulit untuk disatukan / disamakan.
         
          Pola interaksi masyarakat pedesaan adalah dengan prinsip kerukunan, sedang masyarakat perkotaan lebih ke motif ekonomi, politik, pendidikan, dan kadang hierarki.

          Pola interaksi masyarakat pedesaan bersifat horisontal, sedangkan masyarakat perkotaan vertikal.

          Pola interaksi masyarakat kota adalah individual, sedangkan masyarakat desa adalah kebersamaan.

          Pola solidaritas sosial masyarakat pedesaan timbul karena adanya kesamaan-kesamaan kemasyarakatan, sedangkan masyarakat kota terbentuk karena adanya perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat.

          Masyarakat Pedesaan, perilaku dan sikapnya dijaga dan memiliki etika untuk menjunjung tinggi norma" tersebut, sehingga antara satu sama lain saling menjaga, jika anak seseorang menyalahi aturan maka yang lain akan menegur dan itu dicontohkan secara turun temurun dari zaman nenek moyang hingga sekarang.

          Masyarakat perkotaan juga memiliki kepedulian yang kurang dibandingkan masyarakat pedesaan. Masyarakat perkotaan sudah kurang solidaritasnya, makadari itu kita harus memperbaiki diri dan mencontohkan masyarakat pedesaan agar masyarakat kota bisa menjadi masyarakat yang harmonis, tentram, dan sejahtera seperti di desa-desa.

Kunjungi :

Sumber :
- www.scribd.com, Masyarakat Pedesaan & Masyarakat Perkotaan
- id.answers.yahoo.com, Masyarakat Pedesaan & Perkotaan

Masalah Sosial Tentang Kepemudaan


Masalah Sosial Tentang Kepemudaan

          Di era yang modern ini, semakin sulit kita jumpai generasi-generasi muda yang melestarikan budaya-budaya diindonesia. Tetapi, beberapa muda-mudi ikut melestarikan budaya dibeberapa daerah, dan biasanya pemuda dan pemudi tersebut memiliki grup atau kelompok yang dibuat khusus untuk melestarikan budaya.

          Dikarenakan sudah banyak berkembangnya tekhnologi, maka kebanyakan pemuda dan pemudi ingin mempelajari kemajuan tekhnologi tersebut, mencari tahu, mempelajari, dan menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari. Kepemudaan tidak selalu melakukan hal-hal yang “kurang baik” pemuda dan pemudi juga banyak yang memiliki prestasi-prestasi yang cukup baik dan memuaskan karena mencakup internasional. Contoh mudah yang saat ini sedang berlangsung, yaitu SeaGames 2011 diIndonesia ini sebagian besar atlet Indonesia adalah pemuda dan pemudi, dan kebanyakan dari mereka sudah mendapatkan piagam atau piala penghargaan, ada emas, perak, dan perunggu.

          Kepemudaan yang berdampak buruk memiliki hal-hal atau masalahnya sendiri, pemuda yang memiliki keburukan ini bisa terjadi karena kurangnya perhatian dari orang tua, kurangnya pendidikan, kurangnya didikan orang tua ataupun ajaran-ajaran dari kawan sebayanya. Ada juga beberapa pemuda yang terhasut dengan penjahat-penjahat khususnya penjual narkoba/narkotika yang akhirnya menggunakan narkoba tersebut. Tetapi dalam memperbaiki dan memberantas peredaran narkoba ini, pemuda juga harus memiliki kekuatan dan iman untuk menolaknya, itu sebabnya pengguna narkoba sudah mulai berkurang diindonesia. Dan sekarang saatnya pemuda dan pemudi melakukan hal-hal yang dapat mengharumkan nama bangsa, mendapatkan prestasi, dan menjadi pemimpin masa depan yang cemerlang.

          Jadi kita bisa mengetahui bahwa pemuda dan pemudi tidak selamanya akan menjadi buruk, karena dengan bantuan guru, didikan orang tua, dan keluarga bisa membuat pemuda dan pemudi memiliki iman yang baik, pemikiran yang positif dan sifat yang terpuji, perlakuan-perlakuan terhadap sesama dan banyak lagi.

Kunjungi :

Pelapisan Sosial Didalam Masyarakat

Pelapisan Sosial Didalam Masyarakat

          Didalam kehidupan sehari-hari, tidak semua orang atau masyarakat hidup tentram, tenang, dan senang. Beberapa orang memiliki tingkat “harta” atau kesejahteraan yang bisa dibilang sangat rendah, alhasil bertempat tinggal dijalanan. Dalam hal ini, terjadilah sebuah perbedaan-perbedaan atau perbandingan-perbandingan antar masyarakat luas, atau disebut Pelapisan Sosial.

          Didalam Pelapisan Sosial terdapat beberapa tingkatan-tingkatan, diantaranya:

1. Ukuran kekayaan
          Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, yang tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.

2. Ukuran kekuasaan dan wewenang
          Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

3. Ukuran kehormatan
          Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.

4. Ukuran ilmu pengetahuan
          Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.


          Jadi dapat disimpulkan bahwa setiap orang atau anggota masyarakat memiliki tingkatan-tingkatan sosial, mulai dari kekayaan, kekuasaan, kehormatan, ataupun pendidikan/pengetahuan. Tetapi sebagai umat beragama kita tidak boleh terlalu memaksakan pelapisan sosial tersebut, karena akan berdampak pada sifat atau perlakuan kita terhadap yang lebih rendah atau lebih sederhana dari kita.

Kunjungi:
www.gunadarma.ac.id

Sumber:
id.wikipedia.org. Wikipedia

Hubungan Antara Hukum, Pemerintah & Negara

Hubungan Antara Hukum, Pemerintah & Negara

           Didalam suatu Negara, pasti terdapat hukum dan pemerintah. Didalam pemerintah pun terdapat hukum. Maka dari itu hukum, Negara dan pemerintah berhubungan antara satu sama lain karena apabila suatu Negara tidak memiliki hukum, maka Negara tersebut tidak dapat berkembang dengan baik, dan selalu terdapat masalah-masalah, problem-problem yang sangat rumit, juga membuat masyarakat yang bertempat tinggal didalamnya akan menjadi kacau dan rusak.
         
          Begitupun dengan pemerintah, apabila didalam sebuah kepemerintahan tidak terdapat hukum, maka kepemerintahan tersebut akan menjadi tidak baik, ada kejanggalan-kejanggalan, kecurangan-kecurangan, dan banyak macam-macam masalah yang akan timbul. Dan dari ini dapat diketahui bahwa Hukum memiliki peran penting dalam sebuah Negara dan Pemerintah.
         
          Hukum dibuat atas dasar undang-undang atau dasar Negara, dan hukum dapat berubah apabila dilakukan perbaikan-perbaikan atau perubahan-perubahan untuk menambahkan maksud didalamnya. Setiap hukum memiliki tujuan-tujuannya tersendiri agar Negara, pemerintah, ataupun masyarakat yang tinggal didalamnya mendapatkan ketenangan dan keadilan. Hukum dibuat untuk membuat setiap orang, organisasi, pemerintahan, dan presiden untuk berbuat sesuatu yang seharusnya mereka lakukan. Didalam hukum, siapapun dia, dia tidak boleh melanggar hukum, dan setiap hukum yang dilanggar, ada sanksi-sanksi yang diberikan guna merubah sifat ataupun perlakuan orang tersebut menjadi lebih baik.
         
          Orang-orang yang terpilih didalam pemerintahan, mendapatkan hukum-hukum yang harus dijalani, seperti hukum ketertiban, hukum kerapihan, dan sebagainya. Hukum juga bisa disebut dengan larangan atau ketidakbolehan yang harus kita hindari, atau kita jalani. Apabila hukum tersebut dilanggar, orang tersebut akan ditindak atau ditegur, dan berakhir dipengadilan apabila hukum yang dilanggar sangat fatal.
         
          Jadi, hubungan antara hukum, pemerintah, dan Negara sangatlah penting untuk menjaga keharmonisan, ketertiban, dan kemajuan Negara dan pemerintah. Juga demi memajukan kesejahteraan masyarakat yang ada dialam Negara tersebut.

Kunjungi:

Senin, 07 November 2011

Dampak Globalisasi & Teknologi Terhadap Kebudayaan

Dampak Globalisasi & Teknologi Terhadap Kebudayaan

               Globalisasi adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara. Globalisasi ekonomi membawa dampak positif maupun negatif.
               Teknologi berasal dari istilah teckne yang berarti seni (art) atau keterampilan. Menurut Dictionary of Science, teknologi adalah penerapan pengetahuan teoritis pada masalah-masalah praktis.
               Untuk membatasi pengertian teknologi yang luas, maka pengertian teknologi dapat dikelompokan sebagai berikut :

·         Teknologi sebagai barang buatan. Tidak ada manusia yang sempurna, semua pasti memiliki kelemahan. Kelemahan yang ada pada diri manusia itu kemudian diminimalisir dengan adanya teknologi agar kelemahan yang dimiliki manusiapun menjadi sedikit berkurang. Tetapi barang-barang buatan tidak hanya terbatas pada kelemahan manusia saja tetapi sesuatu yang tadinya belum terpikirkan.
·         Teknologi sebagai kegiatan manusia. Kegiatan manusia tidak lepas dari kegiatan membuat dan menggunakan. Kegiatan manusia itu merupakan bentuk dari teknologi itu sendiri.
·         Teknologi sebagai kumpulan pengetahuan. Kegiatan membuat dan menggunakan pasti tidak akan lepas dari ilmu membuat (produk) dan ilmu menggunakan (komsumsi). Ilmu tersebut merupakan kumpulan dari pengetahuan yang didapat manusia dari berbagai sumber.
·         Teknologi sebagai kebulatan system. Pembahasan yang bulat dan menyeluruh akan tercapai kalau teknologi dtinjau sebagai suatu system. Ini berarti teknologi dibahas sebagai suatu kebulatan unsure-unsur yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam lingkungan system itu sendiri.
               Banyak pengertian mengenai teknologi, dalam buku yang berjudul The Man-Made World, penulis buku berpikiran sekarang ini manusia tidak hanya sekedar tinggal di dunia ini tetapi juga sekaligus tinggal di dalam alam teknologi ciptaan manusia itu sendiri yang tentunya tidak lepas dari izin Allah ta’ala. Lalu apa artinya??? Maksudnya :

·         Manusia tidak dapat dipisahkan lagi dengan teknologi
·         Manusia memerlukan teknologi dalam seluruh aspek kehidupannya
·         Teknologi menjadi tempat dan lingkungan hidup manusia (habitat)
·          
               Dampak positif Globalisasi :
1.      Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
2.      Mudah melakukan komunikasi
3.      Cepat dalam bepergian ( mobili-tas tinggi )
4.      Menumbuhkan sikap kosmopo-litan dan toleran
5.      Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
6.      Mudah memenuhi kebutuhan
Dampak negatif Globalisasi:
1.      Informasi yang tidak tersaring
2.      Perilaku konsumtif
3.      Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit
4.      Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk
5.      Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat

               Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
               Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
               Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
               Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
               Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
               Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Dari berbagai wacana diatas maka bisa sedikit kita menyimpulkan bahwa Globalisasi, Teknologi dan Kebudayaan itu sangat erat kaitannya.Jika kita tidak bisa mempertahankan atau menjaga kebudayaan yang kita punya maka kebudayaan yang kita punya pun akan hilang tersingkirkan oleh globalisasi dan teknologi.bahkan dampaknya pun sudah bisa kita rasakan saat ini.Kita ambil contoh dari permainan anak-anak.pada saat saya masih kecil banyak sekali permainan rakyat (tradisional) yang identik dengan kebudayaan di berbagai daerah masing-masing, Seperti : Congklak, Gasing, Bekel, Kelereng, Petak Umpet, Petak Jongkok, Layang-Layang dll.

 Visit Gunadarma Site:

Sumber Penulisan :
1.      www.terusbelajar.wordpress.com, Teknologi
2.      id.wikipedia.org, Budaya
3.      id.shvoong.com, Dampak Globalisasi

Kebudayaan daerah Sulawesi

Kebudayaan daerah Sulawesi


               Di Sulsel terdapat Banyak suku/etnis tapi yang paling mayoritas ada 3 kelompok etnis yaitu Makassar, Bugis dan Toraja. DEmikian juga dalam pemakaian bahasa sehari-hari ke 3 etnis tersebut lebih dominan. Kebudayaan yang paling terkenal bahkan hingga ke luar negeri adalah budaya dan adat Tanah Toraja yang sangat khas dan sangat menarik.

               Lagu daerah propinsi Sulawesi Selatan yang sangat populer dan sering dinyanyikan di antaranya adalah lagu yang berasal dari Makasar yaitu lagu Ma Rencong-rencong, lagu Pakarena serta lagu Anging Mamiri. Sedangkan lagu yang berasal dari etnis Bugis adalah lagu Indo Logo, serta lagu Bulu Alaina Tempe. Sedangkan lagu yang berasal dari Tana Toraja adalah lagu Tondo.

               Untuk rumah tradisional atau rumah adat di propinsi Sulawesi Selatan yang berasal dari Bugis, Makassar dan Tana toraja dari segi arsitektur tradisional ke tiga daerah tersebut hampir sama bentuknya. Rumah-rumah adat tersebut dibangun di atas tiang-tiang sehingga rumah adat yang ada di sana mempunyai kolong di bawah rumahnya. Tinggi kolong rumah adat tersebut disesuaikan untuk tiap tingkatannya dengan status sosial pemilik rumah, misalnya apakah seorang raja, bangsawan, orang berpangkat atau hanya rakyat biasa.

               Hampir semua masyarakat Sulsel percaya kalau selama ini penghuni pertama zaman prasejarah di Sulawesi Selatan adalah orang Toale. Hal ini di dasarkan pada temuan Fritz dan Paul Sarasin tentang orang Toale (orang-orang yang tinggal di hutan/penghuni hutan).

               Salah satu upacara adat yang terkenal yang terdapat di Sulawesi Selatan ada di Tanah Toraja (Tator) Upacara adat tradisional tersebut bernama upacara Rambu Solo (merupakan upacara dukacita/kematian). Upacara Rambu Solo merupakan upacara besar sebagai ungkapan rasa dukacita yang sangat mendalam.

Seni Kebudayaan Sulawesi Selatan:

Tari : Pakkarena, Tarian Anging Mamiri, Tari Padduppa,
Pakaian Daerah Sulsel : Bugis dan Makassar : Baju Bodo dan Jas Tutup, Baju La'bu,
Lagu Daerah Silawesi Slatan : Angin Mamiri, Ma Rencong.


               Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi yang di Indonesia yang beribukotakan Kendari. Sulawesi Tenggara memiliki kebudayaan daerah yang menarik dan tentu saja unik karena berbeda dengan budaya daerah lainnya yang ada di Indonesia.

                   Sebagai salah satu kekayaan budaya indonesia , propinsi ini juga memiliki tradisi yang mudah mudahan saja mesih terus di lestarikan sehingga putra putri Sulawesi Tenggara di masa datang mengenal kebudayaan daerahnya sendiri.

               Ada beberapa tradisi yang berasal dari Sulawesi tenggara ini dan ini mungkin menjadi bagian dari adat istiadat di masyarakat Sulawesi Tenggara. Diantara adat istiadat tersebuta adalah Tradisi Kalosara, Tradisi Karia, Layangan Tradisional "Kaghati", Tradisi Pusuo serta Pesta Adat Pakande Kandea.

               Kebudayaan Daerah, Upacara Adat serta seni tradisional di Sulawesi Tenggara

               Sama seperti daerah lain yang juga memiliki nilai nilai tradisi yang kental di propinsi Sulawesi Tenggara ini juga terdapat upacara adat warisan turun temurun. Keunikan tradisi yang berupa upacara adat ini tentu layak di lestarikan demi kemajuan budaya dan Wisata Indonesia.
1.      Upacara Adat Posuo (Masyarakat Buton Raya)
2.      Upacara Adat Kabuenga, dari Kabupaten Wakatobi
3.      Upacara Adat Karia, dari Wangi-wangi di Kabupaten Wakatobi
4.      Upacara Adat Mataa, dari Kabupaten Buton
5.      Upacara Adat Tururangiana Andala, dari Pulau Makassar di Kota Baubau
6.      Upacara Adat Religi Goraana Oputa, oleh masyarakat Buton Raya
7.      Upacara Adat Religi Qunua, oleh masyarakat Buton Raya
8.      Upcara adat Bangka Mbule Mbule di Kabupaten Wakatobi.

Seni Tari Tradisional daerah Sulawesi Tenggara :

1.      Tari Lariangi dari Kabupaten Wakatobi
2.      Tari Balumpa dari Kabupaten Wakatobi
3.      Tari Potong Pisang, dari Kabaena di Kabupaten Bombana
4.      Tari Lulo Alu, dari Kabaena Kabupaten Bombana

Visit Gunadarma Site:


Sumber Penulisan :

1.     www.Indonesia-liek.blogspot.com, Budaya Sulawesi
2.     www.wikipedia.org, Sulawesi

Sabtu, 05 November 2011

Pengertian Ilmu Pengetahuan & Klasifikasinya


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud 1988), Ilmu Memiliki 2 Pengertian, diantaranya:

1.                       Ilmu diartikan sebagai suatu pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerapkan gejala gejala tertentu di bidang (Pengetahuan) tersebut, seperti ilmu hukum, ilmu pendidikan, ilmu ekonomi dan sebagainya.

2.                       Ilmu diartikan sebagai pengetahuan atau kepandaian, tentang soal duniawi, akhirat, lahir, bathin, dan sebagainya. Seperti ilmu akhirat, ilmu akhlak, ilmu bathin, ilmu sihir dan sebagainya.

               Dari pengertian diatas dapat disimpulkan:
Ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang disusun secara sistematis dengan menggunakan metode – metode tertentu.

               Pengertian lain dari Ilmu:

               Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
              
               Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.

               Contoh: Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (materiil saja), atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika lingkup pandangannya dibatasi ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang konkret. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jarak matahari dan bumi, atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi cocok menjadi perawat.

Karakteristik / Klasifikasi Ilmu:

1.                     Hasil Ilmu bersifat akumulatif, dan merupakan milik bersama
2.                     Hasil Ilmu kebenaranya tidak mutlak dan bisa terjadi kekeliruan karena yang menyelidiki adalah manusia.
3.                     Ilmu bersifat obyektif, artinya prosedur kerja atau cara penggunaan metode Ilmu tidak bergantung kepada yang menggunakan, tidak bergantung pada pemahaman pribadi.


Menurut Emest Van Den Haag, Ciri – ciri ilmu yaitu:

1.                       Bersifat Rasional, karena hasil dari proses berfikir dengan menggunakan akal.
2.                       Bersifat Empiris, karena ilmu diperoleh dari dan sekitar pengalaman oleh panca indera.
3.                       Bersifat Umum, hasil ilmu dapat digunakan oleh manusia tanpa terkecuali.
4.                      Bersifat Akumulatif, hasil ilmu dapat dipergunakan untuk dijadikan objek penelitian                       selanjutnya.
 

Sumber Penulisan :
1.      www.slideshare.net, Apa itu ilmu.
2.      www.wikipedia.org, Ilmu.
3.      Prof. Dr. C.A. van Peursen: Filsafat Sebagai Seni untuk Bertanya. Dikutip dari buku B. Arief Sidharta. Apakah Filsafat dan Filsafat Ilmu Itu?, Pustaka Sutra, Bandung 2008. Hal 7-11.