Sabtu, 28 Januari 2012

Integrasi dan Pertentangan Sosial

Integrasi dan Pertentangan Sosial


            Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi.

            Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing. Integrasi memiliki 2 pengertian, yaitu :
- Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial 
   tertentu
- Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu

Untuk terciptanya Integrasi Harus mempunyai Syarat sebagai berikut:

            Maka pada diri masing-masing harus mengendalikan perbedaan/konflik yang ada pada suatu kekuatan bangsa dan bukan sebaliknya. Tiap warga masyarakat merasa saling dapat mengisi kebutuhan antara satu dengan yang lainnya. Pertentangan Sosisal merupan konflik dari hal-hal yang bertentangan atau bersingungan dengan masyarakat dan biasnya terjadi di kehidupan bermasyarakat Pertentangan sosial merupakan kebalikan dari integrasi.

            Ada beberapa penyebab pertentangan sosial, salah satunya adalah Perbedaan kepentingan. Perbedaan yang menyangkut kepentingan individu atau pun kelompok biasnya di perbedaan kepentingan ini pertentangan sosial bisa terjadi Prasangka, Diskriminasi, dan Etnosentrisme. Prasangka (prejudice) diaratikan suatu anggapan terhadap sesuatu da  ri seseorang bahwa sesuatu itu buruk dengan tanpa kritik terlebih dahulu. Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, Etnosentrisme ini disebabkan karena kecenderungan manusian untuk membeda-bedakan yang lain. sikap atau pandangan yg berpangkal pd masyarakat dan kebudayaan sendiri, biasanya disertai dng sikap dan pandangan yg meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain berlatar belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar